Dua hari lalu sekitar pukul sembilan pagi, saya berniat mengantarkan Dinda dan Sabrina ke jalan tempat angkot lalu-lalang, ceritanya Dinda mau ke kantor pos, dan jalan itu harus ditempuh dengan jarak sembilan kilometer dari tempat kami. Tiba di pos satpam, saya berhenti untuk mencatatkan nama saya di lembar izin keluar area pesantren. Ketika sedang mengisi lembar izin, saya mendengar pembicaraan antara petugas jaga dengan seorang tamu berjaket lusuh yang ingin bekunjung ke Pesantren Fajrul Karim tapi kesasar hingga ke tempat kami, sedangkan lokasi kami sekitar empat kilometer jauhnya dari Pesantren Fajrul Karim.